Kamis, 16 Mei 2019

KRIPTOGRAFI

Pengertian Kriptografi

Secara etimologi kata kriptografi (Cryptography) berasal dari bahasa Yunani, yaitu kryptos yang artinya yang tersembunyi dan graphein yang artinya tulisan (Prayudi, 2005). Awal mula kriptografi dipahami sebagai ilmu tentang menyembunyikan pesan (Sadikin, 2012), tetapi seiring perkembangan zaman hingga saat ini pengertian kriptografi berkembang menjadi ilmu tentang teknik matematis yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan keamanan berupa privasi dan otentikasi (Diffie, 1976).

Sejarah Kriptografi

Sejarah penulisan rahasia tertua dapat ditemukan pada peradaban Mesir kuno, yakni tahun 3000 SM. Bangsa Mesir menggunakan ukiran rahasia yang disebut dengan hieroglyphics untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang yang berhak.
Awal tahun 400 SM bangsa Spartan di Yunani memanfaatkan kriptografi di bidang militer dengan menggunakan alat yang disebut scytale, yakni pita panjang berbahan daun papyrus yang dibaca dengan cara digulungkan ke sebatang silinder. Sedangkan peradaban Cina dan Jepang menemukan kriptografi pada abad 15 M.

Scytale

Peradaban Islam juga menemukan kriptografi karena penguasaannya terhadap matematika, statistik, dan linguistik. Bahkan teknik kriptanalisis dipaparkan untuk pertama kalinya pada abad 9 M oleh seorang ilmuwan bernama Abu Yusuf Ya’qub ibn ‘Ishaq as-Shabbah al Kindi atau dikenal dengan Al-Kindi yang menulis kitab tentang seni memecahkan kode. Kitabnya berjudul Risalah fi Istikhraj al-Mu’amma (Manuskrip untuk memecahkan pesan-pesan Kriptografi). Terinspirasi dari perulangan huruf dalam Al-Qur’an, Al-Kindi menemukan teknik analisis frekuensi, yakni teknik untuk memecahkan ciphertext berdasarkan frekuensi kemunculan karakter pada sebuah pesan (Wirdasari, 2008)
Risalah fi Istikhraj al-Mu’amma
Risalah fi Istikhraj al-Mu’amma

Istilah-istilah dalam Kriptografi

Dalam kriptografi akan dijumpai beberapa istilah-istilah penting antara lain adalah plaintext, ciphertext, enkripsi, dekripsi, cryptanalysis, dan cryptology. Plaintext adalah data yang dapat dibaca, sedangkan teknik untuk menjadikan data tidak dapat dibaca disebut enkripsi. Data yang telah dienkripsi disebut ciphertext, dan teknik untuk mengembalikan ciphertext menjadi plaintext disebut dekripsi (Prayudi, 2005).Cipher merupakan algoritma kriptografi, yakni fungsi matematika yang berperan dalam enkripsi dan dekripsi data (Rizal, 2011). Pelaku yang ahli dalam bidang kriptografi disebut cryptographer.

Cryptanalysis adalah ilmu untuk memecahkan ciphertext menjadi plaintext dengan tidak melalui cara yang semestinya, sedangkan orang yang menguasai ilmu ini disebut Cryptanalyst. Cabang matematika yang meliputi kriptografi dan cryptanalysis disebut Cryptology, sedangkan orang yang menguasai ilmu ini disebut cryptologist.


Jenis Kriptografi Berdasarkan Perkembangan

Algoritma kriptografi dapat diklasifikasikan menjadi menjadi dua jenis berdasarkan perkembangannya, yaitu kriptografi klasik dan kriptografi modern.

a. Algoritma Kriptografi Klasik 

Algoritma ini digunakan sejak sebelum era komputerisasi dan kebanyakan menggunakan teknik kunci simetris. Metode menyembunyikan pesannya adalah dengan teknik substitusi atau transposisi atau keduanya (Sadikin, 2012). Teknik substitusi adalah menggantikan karakter dalam plaintext menjadi karakter lain yang hasilnya adalah ciphertext. Sedangkan transposisi adalah teknik mengubah plaintext menjadi ciphertext dengan cara permutasi karakter. Kombinasi keduanya secara kompleks adalah yang melatarbelakangi terbentuknya berbagai macam algoritma kriptografi modern (Prayudi, 2005).

b. Algoritma Kriptografi Modern 

Algoritma ini memiliki tingkat kesulitan yang kompleks (Prayudi, 2005), dan kekuatan kriptografinya ada pada key atau kuncinya (Wirdasari, 2008). Algoritma ini menggunakan pengolahan simbol biner karena berjalan mengikuti operasi komputer digital. Sehingga membutuhkan dasar berupa pengetahuan terhadap matematika untuk menguasainya (Sadikin, 2012).


Jenis Kriptografi Berdasarkan Kunci

Algoritma kriptografi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis berdasarkan kuncinya, yaitu algoritma simetris dan algoritma asimetris (Prayudi, 2005).

a. Algoritma Simetris 

Algoritma ini disebut simetris karena memiliki key atau kunci yang sama dalam proses enkripsi dan dekripsi sehingga algoritma ini juga sering disebut algoritma kunci tunggal atau algoritma satu kunci. Key dalam algoritma ini bersifat rahasia atau private key sehingga algoritma ini juga disebut dengan algoritma kunci rahasia (Prayudi, 2005).

b. Algoritma Asimetris 

Algoritma ini disebut asimetris karena kunci yang digunakan untuk enkripsi berbeda dengan kunci yang digunakan untuk dekripsi. Kunci yang digunakan untuk enkripsi adalah kunci publik atau public key sehingga algoritma ini juga disebut dengan algoritma kunci publik. Sedangkan kunci untuk dekripsi menggunakan kunci rahasia atau private key (Prayudi, 2005).

TERMINOLOGI 

1. ENKRIPSI adalah proses menyandikan plainteks menjadi cipherteks
2. DEKRIPSI adalah proses mengembalikan cipherteks menjadi plainteks

Contoh ENKRIPSI 
1. Carilah cipherteks dari kalimat "MAAF SAYA TERLAMBAT" dengan rotasi = 5
=> Plainteks : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
   Cipherteks:  F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E

Sehingga, dapat di simpulkan cipherteks dari kalimat "MAAF SAYA TERLAMBAT" adalah "RFFK XFDF YJWQFRGFY"

Contoh DEKRIPSI
1. Carilah plainteks dari kalimat "ZSMZFGW" dengan rotasi = 12
=> Plainteks : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
    Cipherteks: M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C D E F G H I J K L

Sehingga, dapat disimpulkan plainteks dari kalimat "ZSMZFGW" adalah "NGANTUK"

Proses enkripsi dan dekripsi
Proses enkripsi dan dekripsi

Minggu, 05 Mei 2019

ERROR DETECTION & COMPRESSION



Pengertian Error Detection

Error detection adalah suatu kegiatan untuk memastikam bahwa data yang diterima sama dengan data yang dikirim.

Contoh Error Detection 

1. Parity Check -> Menambahkan sebuah bit pada setiap pengiriman sejumlah bit, sehingga jumlah bit bernilai 1 selalu genap/ganjil. Parity bit dapat mendeteksi kesalahan 1 bit atau Kesalahan  bit dalam jumlah ganjil, namun tidak dapat mendeteksi  kesalahan  dalam jumlah genap

2. CRC “Cyclic redundancy check” -> Method yang umum digunakan untuk mendeteksi error . CRC beroperasi pada sebuah frame/block. Setiap block berukuran m bit yang akan dikirim akan dihitung CRC checksumnya (berukuran r bit), kemudian dikirim bersama2 dengan frame (dengan ukuran m+r bit).

Tujuan utama dari teknik error deteksi dan koreksi ini adalah untuk memperbaiki performa system transmisi data digital. 

1. CHECK SUM

Checksum adalah skema kesalahan-deteksi sederhana di mana setiap pesan yang dikirim yang menghasilkan nilai numeric berdasarkan byte dalam pesan. 

2. CHECK DIGIT
Check digit adalah satu digit angka yang digunakan untuk mengecek apakan satu kode (atau nomor seri) yang diinputkan sudah benar.

PENGERTIAN COMPRESSION
Adalah sebuah cara dalam ilmu komputer untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut. 

Tujuan Compression : untuk memapraskan text/string

Cara kerja Compression : memanfaatkan karakter yang muncul berulang-ulang

1. Metode Hufftman Tree adalah algoritma pemampatan citra yang menggunakan pendekatan statistic.
Adapun contoh proses encode algoritma ini adalah sebagai berikut:
Kode ASCII string “ABBABABACAACDDD
1.    Hitung jumlah kemunculan setiap karakter.

2.    Urutkan nilai-nilai grayscale berdasarkan frekuensi kemunculannya.

3.    Gabungkan dua buah pohon yang mempunyai frekuensi kemunculan terkecil dan urutkan kembali.

4.    Ulangi langkah (3) sampai membentuk sebuah pohon biner.

5.    Berikan label pada pohon biner tersebut dengan cara sisi kiri pohon diberi label 0 dan sisi kanan pohon diberi label 1.

6.    Telusuri pohon biner dari akar ke daun. Barisan label-label sisi dari akar ke daun adalah kode Huffman.
A = 1               (1 bit)
B = 01             (2 bit)
C = 001          (3 bit)
D = 000          (3 bit)
Jadi untuk Kode ASCII string “ABBABABACAACDDD” menjadi10101101101100111001000000000
Rasio sebelum pemampatan = 15 x 8 bit = 120 bit
Rasio setelah pemampatan = (6 x 1 bit) + (4 x 2 bit) + (2 x 3 bit) + (3 x 3 bit) = 29 bit
Jadi persentase rasionya adalah 100% - (29/120 x 100%) = 82,5%

Kamis, 11 April 2019

GOOGLE HACKING






Pengertian Google Hacking

Menurut Efvy Zam Kerinci Google Hacking adalah aktivias hacking yang mempergunakan Google sebagai sarana atau media.

Ini adalah beberapa perintah atau yang seterusnya kita sebut sintak yang kita bisa pakai jika anda ingin bermain google hacking
o Intitle
o Inurl
o Site
o Filetype
o Intext
o Info

Mari kita jelaskan bersama-sama:
  • Intitle Digunakan untuk mencari informasi pada judul atau title sebuah halaman web Contoh : anda mengetik “ intitle:blogspot ” {tanpa tanda kutip} maka hasil yang di tampilkan adalah halaman yang menggunakan title blogspot
  • Inurl Digunakan untuk menghasilkan hasil pencarian yang mengandung kata kunci pada URL yang kita cari Contoh : anda mengetik “ i nurl:blogspot ” {tanpa tanda kutip} maka hasil yang akan di tampilkan adalah URL/ Halaman web yang menggandung kata blogspot
  • Site Digunakan untuk mencari kata kunci yang anda cari pada satu alamt situs saja dan dapat digunakan untuk mencari jumlah situs pada suatu negara Contoh: Anda mengetik “ blogspot site:microsoft.com “ {tanpa tanda kutip } maka hasil yang akan di tampilkan adalah hanya yang berkaitan tentang blogspot dan juga hanya pada alamat microsoft.com Untuk mengetahui jumlah situs pada sebuah negara Contoh : anda mengetik “ site:id “ { tanpa tanda kutip } maka google akan melaporkan jumlah situs yang ada di indonesia . Id merupakan ekstensi dari situs yang ada di Indonesia. 
  • Filetype Digunakan untuk mencari sebuah fle di internet dengan ekstensu tertentu misalnya: .mp3, .doc, .xls, .mdb, .txt, .pdf .dan lain-lain Contoh: anda mengetik “ peterpan filetype:mp3 “ {tanpa tanda kutip } maka hasil yag akan di tampilkan file mp3 dari band peterpan yang bisa anda langsung download 
  • Intext Digunakan untuk menampilkan hasil pencarian yang berupa kata-kata pada body aitus tertentu. Contoh: anda mengetik “ intext:admin “ {tanpa tanda kutip } maka hasilnya ialah halaman yang mengandung kata kunci admin. 
  • Info Digunakan untuk mencari informasi dari sebuah situs yang di cari Contoh: “ info:kompas.com “ { tanpa tanda kutip } maka hasil yang akan di tampilkan adalah informasi dari kompas.com

Dasar-dasar Pencarian di Google

Operator Dasar Pencarian
Pertama-tama marilah kita coba untuk belajar dasar-dasar pencarian dengan Google. Meski sederhana fitur-fitur pencarian Google dasar sekalipun memberikan kita hasil yang mengejutkan. Berikut adalah beberapa operator dasar yang dapat digunakan untuk pencarian di Google:

  • Tanda plus (+) akan memaksa Google untuk menghasilkan pencarian yang mengandung semua kata kunci yang dimaksud. Misalnya pencarian dengan kata-kata kunci: +edukasi +diknas akan menghasilkan halaman-halaman web yang mengandung persis 2 kata edukasi dan diknas.


  • Operator AND memiliki makna sama dengan tanda plus (+). Sesungguhnya bila kita memasukkan beberapa kata kunci yang dipisahkan hanya dengan spasi, tanpa operator apapun, maka hasilnya sama dengan operator AND. Misalnya pencarian dengan kata-kata kunci: +edukasi +diknas sama dengan edukasi AND diknas dan sama juga dengan edukasi diknas.


  • Operator OR akan menghasilkan halaman-halaman yang mengandung salah satu atau semua kata kunci. Misalnya kata kunci: Mercury OR Venus akan menghasilkan halaman-halaman yang mengandung hanya kata kunci Mercury, atau hanya Venus atau kedua-duanya.


  • Tanda minus (-) akan memaksa Google untuk menghasilkan halaman yang tidak mengandung kata kunci tersebut.


  • Tanda petik doble (“”) digunakan untuk mengapit frase, kata kunci yang terdiri dari 2 atau lebih kata.


  • Tanda tilda (~) digunakan untuk mencari kata-kata yang memiliki sinonim. Misalnya kata kunci: ~earth akan menghasilkan halaman-halaman yang mengandung kata-kata earth, space, world dan lain-lain.

Berikut beberapa operator spesial Google:
1. Operator site
Fungsi operator ini sangat sederhana sekali, yaitu berfungsi untuk membantu mencari pada website tertentu atau domain tertentu. Misalnya untuk mencari kata-kata Panda dan Beruang hanya di situs www.wikipedia.org maka kita dapat mengetikkan keyword:
Anda dapat juga membalik posisi kata-kata kunci tersebut sebagai berikut:

2. Operator filetype
Kebanyakan dari hasil pencarian Google adalah dokumen-dokumen HTML dan PDF. Untuk tipe-tipe dokumen lainnya, seperti Microsoft Word, Excel dan lainnya yang tersedia di web, kita dapat menggunakan operator ini. Dengan operator ini kita dapat membatasi pencarian Google hanya pada tipe file yang ditentukan. Tipe-tipe file yang didukung oleh mesin pencari Google adalah:
  • PDF
  • PS
  • DOC, DOCX
  • XLS, XLSX
  • PPT, PPTX
  • RTF
Misalnya untuk mencari dokumen-dokumen tentang email dan sekurity yang bertipe Adobe Acrobat PDF, gunakan kata kunci sebagai berikut:
Hasilnya tampak pada gambar berikut. Bila kita ingin mencari lebih dari satu tipe kombinasikan dengan operator OR, misalnya:

3. Operator link
Operator ini berfungsi untuk menemukan halaman web apa saja yang memiliki link kepada website tertentu. Misalnya kata kunci:
menghasilkan halaman-halaman situs yang mengandung istilah fisika dan memiliki link kepada situs e-dukasi.net
Operator ini sangat bermanfaat bagi Anda yang merupakan pemilik atau penulis atau administrator situs untuk mengetahui seberapa banyak situs lain terhubung dengan situs Anda.
Hasil pencarian sebuah kata kunci pada website tertentu

4. Operator intitle: dan allintitle:
Operator-operator ini membantu kita untuk menemukan website-website berdasarkan judul atau title.
Misalnya bila kita ingin mencari website-website dengan judul hukum Newton maka kita dapat memasukkan kata kunci sebagai berikut:
Seperti tampak pada gambar di bawah, hasil pencarian dengan keyword di atas menghasilkan halaman-halaman situs yang hanya memiliki judul “hukum Newton” saja.
Hasil pencarian berdasarkan judul tertentu
Hasil pencarian berdasarkan istilah di mana saja
Sedangkan pencarian dengan keyword:
menghasilkan halaman-halaman yang berjudul hukum dan ada istilah Newton “di mana saja”. Maksud “di mana saja” dalam hal ini adalah istilah Newton dapat muncul di judul, di badan atau lainnya, seperti gambar di samping.
Bila kita ingin melakukan pencarian 2 kata kunci atau lebih dalam judul, maka kita gunakan operator allintitle:
Misalnya untuk kata kunci:
akan menghasilkan halaman-halaman web yang judulnya mengandung istilah hukum dan Newton, dan tidak hanya frase “hukum Newton”. Jadi mungkin saja halaman yang terjaring dari oleh kata kunci di atas berjudul “hukum Newton”, “hukum fisika Newton”, “hukum pertama Newton”, dan “hukum gerak Newton” seperti gambar di bawah ini.
Hasil pencarian berdasarkan dua kata kunci

5. Operator inurl: dan allinurl:
Jika kita masukkan operator inurl: dalam pencarian kita, maka Google akan membatasi hasil kepada dokumen-dokumen yang mengandung kata kunci tersebut di URL. Contoh kata kunci:
akan mencari halaman-halaman pada situs Google Guide dimana URL-nya mengandung kata “print”.
Seperti tampak pada gambar di bawah, halaman-halaman yang dihasilkan adalah halaman-halaman yang memiliki URL:
       www.googleguide.com/print/adv_op_ref.pdf
       www.googleguide.com/print/calc._ref.pdf …
       dst..
Hasil pencarian berdasarkan kata kunci pada sebuah URL
Sebagaimana operator allintitle:, operator allinurl: memasukkan semua kata kunci setelah operator ini sebagai syarat bahwa semua kata kunci tersebut ditemukan dalam URL hasil temuan Google.
Misalnya:
akan menghasilkan halaman-halaman yang URL-nya mengandung kata-kata google dan faq.
Sebagaimana tampak di bawah, halaman-halaman hasil pencarian adalah halaman yang URL-nya mengandung kata google dan faq, seperti:
www.google.com/help/faq.html
answers.google.com/answers/faq.html
labs.google.com/accessible/faq.html
Hasil pencarian berdasarkan dua kata kunci yang telah ditentukan

6. Operator allintext:
Operator ini membatasi hasil pencarian di Google hanya halaman-halaman yang di dalam isi/badan teksnya mengandung kata-kata kunci. Misalnya pencarian dengan kata kunci sebagai berikut:
akan menghasilkan halaman-halaman yang teks-nya mengandung kata-kata kimia, fisika dan matematika.
Hasil pencarian berdasarkan kata kunci pada badan teks atau isi




DAFTAR PUSTAKA 

1. Riyadi, Taufan, Dasar-dasar Google Hacking, IlmuKomputer.com, Dilihat 11 April 2019, <https://www.academia.edu/4501470/dasar_google_hack_taufan>
2. Subagyo, Hendro 2010, Teknik Google Hacking, e-dukasi.net, Dilihat 11 April 2019, <https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Teknik-Google-Hacking-2010/konten1.html> 







KRIPTOGRAFI

Pengertian Kriptografi Secara etimologi kata kriptografi ( Cryptography ) berasal dari bahasa Yunani, yaitu kryptos yang artinya yang te...